Program Perencanaan dan Monev

Musrenbangcam di Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan

Sumber penganggaran dan pendanaan pembangunan di Kota Santri pada tahun-tahun mendatang dibagi dalam tiga sumber. Yakni, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dengan porsi 30 persen, usulan dari DPRD dengan porsi 30 persen, dan 40 persen dari dinas terkait. Demikian disampaikan oleh Akhsin, anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Dapil II, dalam Musrenbang Kecamatan Sragi, Selasa (04/02).

“Bahwa DPR itu kolektif dan koledial dan kerjanya adalah rapat, untuk Bappeda di tahun yang akan datang pembangunan sendiri di bagi menjadi 3 yaitu 30 persen dari Musrenbang, 30 persen dari DPR, dan yang 40 persen usulan dari Dinas, Musrenbang harus sesuai dengan tupoksinya masing – masing, Dana Desa juga digunakan untuk Pemberdayaan Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi, Pembangunan Desa harus tepat mutu dan tepat sasaran, Pembangunan di kabupaten Pekalongan dananya sangat terbatas mari kita bersama-sama melaksanakan rencana pembangunan ini untuk mewujudkan pembangunan yang lebih maju,” ujar Akhsin.

Camat Sragi, Hasanudin mengungkapkan bahwa tujuan dihelatnya Musrenbang kecamatan adalah untuk optimalisasi dan pemantapan peran serta warga dalam pembangunan. “Bahwa kegiatan Musrenbang ini dimaksudkan untuk optimalisasi dan pemantapan peran serta warga masyarakat sebagai penggerak utama dalam pembangunan daerah. Mari kita semua ikuti tahapan kegiatan ini dengan seksama sampai selesai agar kita semua paham mekanisme dalam pelaksanaan pembangunan di masing-masing desa,” ujarnya.

Terungkap dalam musyawarah tersebut lima kebijakan dalam pembangunan tahun 2021, yakni,  pertama Peningkatan percepatan penurunan angka kemiskinan angka pengangguran dan memperluas lapangan kerja, kedua Percepatan dan penguatan daya saing dan kemandirian daerah, ketiga Peningkatan kualitas hidup dan SDM, keempat Penyelesaian penanganan pada ruas jalan dan jembatan, kelima Peningkatan kualitas kapasitas sarana dan prasarana serta sistem penyediaan air bersih air minum dan sanitasi bagi warga masyarakat.

Usulan pembangunan dalam Musrenbang tersebut diantaranya, relokasi pujasera  ke lingkungan pasar tradisional Kelurahan Sragi, pembangunan RPTRA (taman zona hijau) di bekas Pujasera Sragi, perluasan lingkungan kantor Kecamatan Sragi bagian belakang melalui pengurugkan tanah, pembangunan pagar bumi lingkungan kantor Kecamatan Sragi,  pelebaran lahan untuk pelayanan kesehatan di lingkungan Puskesmas Sragi II.

Sementara itu dalam Musrenbang Kecamatan Wiradesa, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hindun meminta agar perbaikan jalan yang menjadi kewenangan Pemkab Pekalongan segera diselesaikan. Ia juga meminta agar pembangunan RSUD Kraton II ditempatkan di wilayah pantura Tirto, Wiradesa atau Siwalan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *