Penelitian dan Pengembangan

KEGIATAN RUMAH BUDAYA KABUPATEN PEKALONGAN DITUNJUK SEBAGAI BENCHMARK OLEH BALAI ARKEOLOGI SUMATERA SELATAN

Palembang, 26 -27 Februari 2020, terlaksana Seminar Arkeologi yang bertajuk “Sinergitas Balar dan Daerah dalam Pengelolaan Aset Budaya”. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Kabupaten Pekalongan yang mendapat undangan sebagai narasumber. Penunjukan Kabupaten Pekalongan sebagai narasumber berkaitan erat dengan suksesnya penyelenggaraan kegiatan Rumah Peradaban yang merupakan proyeksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud-RI) melalui Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit-ARKENAS) sejak tahun 2018 hingga 2020. Hal tersebut dijadikan acuan terhadap rekan-rekan daerah lain khususnya Provinsi Sumatera Selatan dan sekitarnya untuk berdiskusi proses dan strategi yang telah diikhtiarkan.

Gambar 1. Perwakilan Kabupaten Pekalongan di Tengah Rekan-Rekan Balai Arkeologi Sumatera Selatan serta Dinas Pendidikan dan Budaya Provinsi Sumatera Selatan dan Kota Palembang.

Seminar dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, I Made Geria. Dalam materi paparannya, Beliau menyampaikan bahwa pentingnya kebijakan publik berbasis riset. Hal ini supaya setiap kegiatan yang berlangsung telah didasari oleh kajian pendahulu guna pemantapan target dan hasil yang terukur, tepat sasaran, serta manfaat.

Kebijakan Publik Berbasis Riset

Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Gambar 2. Kepala Puslit ARKENAS, I Made Geria, dalam Paparannya Kebijakan Publik Berbasis Riset.

Kabupaten Pekalongan menjadi Benchmark/ acuan terkait suksesnya proses pelaksanaan Kegiatan Rumah Peradaban sejak tahun 2018 hingga 2020. Balai Arkeologi Sumatera Selatan mengundang perwakilan dari Kabupaten Pekalongan untuk Sharing Knowledge dengan rekan-rekan instansi terkait di wilayah cakupan Balai Arkeologi Sumatera Selatan antara lain, Provinsi Bengkulu, Provinsi Jambi, serta Provinsi Bangka-Belitung. Perwakilan dari Kabupaten Pekalongan diwakili oleh Sekretaris Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan, Ikhlas Ananda, S.H., M.Si.

Suksesnya kegiatan Rumah Peradaban di Kabupaten Pekalongan merupakan wujud kolaborasi Puslit ARKENAS, Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan yang bersinergi dengan baik. Dukungan dari Bupati Pekalongan yang tertuang dalam Misi “Memantapkan potensi sosial budaya lokal untuk peningkatan daya saing daerah” terealisasi dengan adanya MoU antara Bupati Pekalongan dengan Kepala Puslit ARKENAS – Kemendikbud RI terkait Rumah Peradaban.

Sekretaris Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan
Gambar 3. Sekretaris Bappeda Litbang Kabupaten dalam Seminar Arkeologi di Sumatera Selatan sebagai Narasumber.
Gambar 4. Diskusi Dilaksanakan Secara Dua Arah.

Keterdapatan aset peradaban lampau di Kabupaten Pekalongan yang kaya akan warisan leluhur sudah sepatutnya untuk dilestarikan guna keberlangsungan hingga generasi yang akan datang. Kegiatan Rumah Peradaban yang didampingi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud-RI) melalui Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit ARKENAS) berupaya untuk mengungkap, memaknai, dan mencintai peradaban yang ada di Kabupaten Pekalongan. Dalam pelaksanaannya, Rumah Peradaban mengajak pelajar dari usia SD, SMP, hingga SMA se-Kabupaten Pekalongan untuk mengerti kekayaan budaya/ peradaban di kampung halamannya.

Kegiatan Rumah Peradaban berupaya untuk Mengungkap, Memaknai, Mencintai peradaban yang ada di Kabupaten Pekalongan

Puslit ARKENAS – Kemendikbud RI
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *